Pelepasan Peserta Latsar, Prajabatan dan Orientasi Jadi Momentum Apresiasi atas Perjuangan Panjang Pengurusan SK dan Keberlanjutan Pemerintahan di Kabupaten Deiyai.

WAGHETE, TIGIPEKU.com — Pelepasan 1.318 peserta Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) dan Orientasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai menjadi momentum penuh makna bagi para peserta yang telah melewati proses panjang pengurusan administrasi kepegawaian.

Salah satu peserta, Otias Edowai, mewakili seluruh peserta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mantan Bupati Deiyai Ateng Edowai dan Bupati Deiyai saat ini, Melkianus Mote, ST, atas perhatian serta dukungan dalam proses pengurusan Surat Keputusan (SK) hingga terlaksananya kegiatan prajabatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Otias usai mengikuti upacara pelepasan 1.318 peserta Prajabatan, Latsar dan Orientasi yang secara resmi dilepas oleh Bupati Deiyai Melkianus Mote di halaman Kantor Bupati Deiyai, Kamis (15/10/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Otias menegaskan bahwa keberhasilan yang dirasakan para peserta hari ini tidak terlepas dari proses panjang yang telah dimulai pada masa pemerintahan sebelumnya dan dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini.

“Dalam perjuangan dan pembangunan ada yang memulai dan ada juga yang menyelesaikan. Itulah proses berkelanjutan dalam pemerintahan untuk membangun,” ujar Otias Edowai.

Menurutnya, proses yang telah dilalui hingga mencapai tahap pelepasan peserta merupakan hasil kerja dan kontribusi banyak pihak. Karena itu, apresiasi tidak hanya diberikan kepada pemerintah yang sedang menjabat, tetapi juga kepada pihak-pihak yang telah mengambil bagian sejak awal perjuangan pengurusan administrasi kepegawaian.

Apresiasi Kerja Keras BKPSDM dan Panitia

Selain menyampaikan terima kasih kepada kedua pemimpin daerah tersebut, Otias juga memberikan apresiasi kepada jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Deiyai.

Ia menyebut Kepala BKPSDM, Sekretaris, seluruh staf, hingga panitia pelaksana sebagai pihak yang telah bekerja keras mengawal proses administrasi peserta sampai memasuki tahapan prajabatan, pelatihan dasar dan orientasi.

“Mewakili seluruh peserta, kami menyampaikan terima kasih kepada mantan Bupati Ateng Edowai, Bupati Deiyai Melkianus Mote, Kepala, Sekretaris hingga seluruh staf BKPSDM serta panitia pelaksana,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder yang telah mengambil bagian dalam proses pengurusan SK dan berbagai tahapan persiapan kegiatan.

“Terima kasih juga kepada semua stakeholder yang telah mengambil bagian dalam pengurusan SK sampai kami bisa mengikuti prajabatan,” lanjut Otias.

Bupati Resmi Lepas 1.318 Peserta

Sebelumnya, Bupati Deiyai Melkianus Mote secara resmi melepas sebanyak 1.318 peserta Prajabatan, Latsar dan Orientasi di halaman Kantor Bupati Deiyai.

Jumlah peserta tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Dalam arahannya, Bupati Melkianus Mote menyampaikan bahwa jumlah peserta prajabatan tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah Kabupaten Deiyai.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran BKPSDM yang telah bekerja keras, siang dan malam, dalam menyelesaikan berbagai tahapan administrasi hingga kegiatan pelepasan dapat terlaksana.

Bupati turut mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti ketentuan dan tata tertib yang telah ditetapkan panitia selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, terkait 34 peserta yang belum menerima SK CPNS, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan meninggalkan mereka dan terus mengupayakan penyelesaiannya melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Prajabatan, Latsar dan Orientasi sebagai Bekal Pengabdian ASN

Kegiatan Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) dan Orientasi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan serta pengembangan kompetensi aparatur pemerintah.

Secara umum, Pelatihan Dasar CPNS bertujuan membentuk karakter aparatur yang profesional, berintegritas, disiplin, serta memahami nilai-nilai dasar ASN, termasuk BerAKHLAK yang menjadi pedoman perilaku aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Sementara itu, orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai fungsi dan tugas ASN, nilai serta etika pada instansi pemerintah, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Adapun pembekalan bagi peserta dari kategori tenaga honorer atau THK-II dilaksanakan sesuai dengan status kepegawaian dan ketentuan program yang diikuti masing-masing peserta.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memenuhi tahapan administratif kepegawaian, tetapi juga memperoleh bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk menjalankan tugas secara profesional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.

Bagi Otias Edowai dan peserta lainnya, momentum pelepasan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap proses dalam pemerintahan memiliki kesinambungan.

Apa yang dimulai oleh pemerintahan sebelumnya dan dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun sumber daya manusia serta memperkuat pelayanan publik di Kabupaten Deiyai.

 

Admin | TIGIPEKU.com

 

(TIGIPEKU.com)