Fransina Rumbiak Mote, Wanita Inspiratif dari Negerinya Para Intelektual Meepagoo, Deiyai
Dengan latar belakang sebagai tenaga kesehatan, pemimpin birokrasi, penggerak ekonomi kreatif, dan pegiat pendidikan anak usia dini, ia menghadirkan inspirasi bagi banyak perempuan muda di Deiyai dan Papua pada umumnya.
oleh: Pilemon Keiya*
WAKEITEI, TIGIPEKU.com, — Fransina Rumbiak Mote menjadi salah satu orang yang aktif dan memberikan positif secara langsung dalam membangun dan memajukan Kabupaten Deiyai. Komitmen membangun Deiyai itu ditunjukan dalam kerja-kerja nyata dalam tugas yang diemban, baik sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP-PKK) dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrnasda) dan Ketua Bunda PAUD Poka Deiyai.
Dengan jabatan-jabatan yang diemban tersebut, nama Fransina Rumbiak Mote sudah mulai familiar dan dikenal luas di tanah Papua terutama di Kabupaten Deiyai. Sejak Melkianus Mote dilantik menjadi Bupati Kabupaten Deiyai, nama Fransina Rumbiak Mote sudah melaksanankan tugas melekat yakni Ketua TP-PKK Deiyai.
Awalnya, Bupati Deiyai Melkianus Mote berikan kepercayaan dan tanggung jawab sebagai Kepala Puskesmas Waghete. Belum setahun memimpin PKM Waghete, Bupati Deiyai memberikan tugas yang jauh lebih berat kepada Fransian Rumbiak sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan
Banyak pihak memuji keberhasilan Bupati dan Wakil Bupati Deiyai yang sudah mulai membangun Deiyai lebih maju. Faktanya, pemerintahan berjalan normal dan sebagaimana mestinya. Disiplin pada ASN benar-benar digenjot. Tahun 2026, Semua OPD milik kantor masing-masing. Wajah kabupaten sudah nampak di Deiyai
Ada tiga visi utama yang selalu digaungkan oleh Bupati Melkianus Mote yakni Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi Kerakyatan.
Untuk mewujudkan tiga visi utama, tentunya Bupati Mote membutuhkan orang-orang yang benar-benar mengerti visi besar tersebut dalam mengimplementasikan ke dalam program hingga terlaksana kepada warga sebagai subjek visi tersebut
Dalam rangka menerjemahkan visi utama pada bidang kesehatan, tentu Fransina Rumbiak Mote harus bekerja keras. Namun, belum setahun memimpin Dinas Kesehatan Deiyai, Fransina Rumbiak Mote meletakan dasar dan pondasi kesehatan.
Pondasi kesehatan yang diletakan Fransina Rumbiak Mote adalah dengan mendorong akreditasi seluruh Puskesmas yang ada di Deiyai. Juga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas D.
Komitmen untuk bangun Deiyai pada dunia kesehatan benar-benar digerakan sejak awal diberikan kepercayaan. Dia menunjukkan keseriusan usai lakukan inspeksi mendadak di RSUD Waghete. Rumbiak menyiapkan lima langkah serius untuk benahi RSUD Waghete, yakni: Pertama, penertiban dan penegasan disiplin tenaga kesehatan, Kedua, aktivasi gedung pelayanan. Ketiga, inventarisasi dan optimalisasi alat kesehatan. Keempat, penguatan manajemen dan kepemimpinan rumah sakit. Kelima, membangun kembali kepercayaan masyarakat
Fransina Rumbiak Mote adalah salah satu dari dua perempuan yang dipercayakan memimpin salah satu OPD di Deiyai pada periode berjalan ini.
Tidak semua pemimpin memahami denyut kehidupan masyarakat secara langsung. Sebagian mengenalnya melalui laporan, angka statistik, atau presentasi di ruang rapat. Fransina mengenalnya dengan cara yang berbeda.
Sebagai tenaga kesehatan, ia pernah merasakan bagaimana keterbatasan fasilitas dapat menjadi tantangan sehari-hari. Ia menyaksikan bagaimana tenaga medis harus bekerja dengan sumber daya yang terbatas, bagaimana masyarakat menempuh perjalanan panjang demi mendapatkan pelayanan, dan bagaimana setiap keputusan kecil di fasilitas kesehatan dapat menentukan keselamatan seseorang.
Pengalaman sebagai Kepala Puskesmas Waghete menjadi ‘sekolah kepemimpinan’ yang tidak pernah ia lupakan. Di sana, ia belajar bahwa pelayanan publik bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.
Di balik setiap pasien yang datang, selalu ada cerita. Ada orang tua yang cemas terhadap kondisi anaknya. Ada ibu yang berharap proses persalinan berjalan lancar. Ada keluarga yang menggantungkan harapan kepada para tenaga kesehatan.
Kesadaran itu membuatnya memandang profesinya bukan hanya sebagai pekerjaan, melainkan sebagai bentuk pengabdian.
Nilai-nilai itulah yang kemudian ia bawa ketika mendapat amanah lebih besar sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai.
Menjadi pemimpin sebuah organisasi perangkat daerah bukanlah perkara sederhana. Apalagi sektor kesehatan merupakan salah satu bidang yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Saat menerima amanah tersebut, Fransina memahami bahwa tantangan yang menantinya jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ia tidak hanya bertanggung jawab terhadap satu fasilitas pelayanan, tetapi terhadap keseluruhan sistem kesehatan daerah.
Di hadapannya terbentang pekerjaan besar: meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, memperbaiki tata kelola, hingga memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Namun, alih-alih terburu-buru membuat gebrakan yang bersifat seremonial, ia memilih membangun fondasi. Baginya, perubahan yang berkelanjutan tidak lahir dari slogan, tetapi dari sistem yang bekerja dengan baik.
Karena itu, salah satu perhatian utamanya adalah mendorong peningkatan mutu pelayanan melalui proses akreditasi puskesmas dan rumah sakit. Akreditasi dipandang sebagai kesempatan untuk membangun budaya kerja yang lebih profesional, memperkuat standar pelayanan, serta meningkatkan keselamatan pasien.
Di balik istilah teknis tersebut, sesungguhnya terdapat tujuan yang sangat sederhana: memastikan setiap warga Deiyai memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Fransina Rumbiak Mote merupakan salah satu perempuan inspiratif asal Kabupaten Deiyai yang dikenal atas dedikasinya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, memberdayakan perempuan, serta mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.
Dekranasda: Dorong UMKM dan Kerajinan Deiyai ke Kancah Nasional dan Mancanegara
Komitmen Fransina tidak berhenti pada sektor kesehatan. Ia juga dipercaya sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai periode 2025–2030. Dalam peran tersebut, ia aktif mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui pemberdayaan para perajin, khususnya mama-mama Papua. Baginya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya mengambil nama saja. Namun, bersama pengurus lainnya, Fransina Rumbiak Mote berkomitmen mendorong UMKM dan Kerajinan asli Deiyai bisa maju. Ia memimpin Dekranasda Deiyai untuk promosikan Deiyai ke kancah Nasional dengan menghadiri berbagai iven Nasional yang diselenggarakan di sejumlah daerah, Indonesia.
Tujuannya hanya satu: UMKM dan Kerajinan milik Deiyai dikenal lebih luas. Jika nama Deiyai dikenal luas dengan kerajinannya, maka peluang dan animo orang dari luar mau ke Deiyai akan meningkat. Dan, tentunya ini dampak yang sangat baik. Karena, akan meningkatkan pendapatan bagi para pengrajin di Deiyai.
Momen pertama Dekrnasda Deiyai perkenalkan Deiyai dan kerajinannya adalah di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sejumlah kegiatan lain juga Dekranasda terus hadir memberitahu dunia luar tentang Deiyai melalui karya kerajinan.
02-04 Juli 2026, Dekranasda Deiyai kembali menjuarai sebuah Festival ternama yang diselenggarakan di Timika oleh Timika Inside Festival of Art (TIFA) tahun 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu program utama dan strategis dari Kementrian Pariwisata yakni Karisma Even Nusantara (KEN). Pada Festival tersebut, Dekrnasda Deiyai kembali meraih Juara Umum yang kedua kali
Bahwa, Deiyai sudah mulai dilirik. Karena, Deiyai sudah mulai dikenal diluar, terutama di sejumlah Kementrian.
Yang terakhir, Dekrnasda Deiyai, mengikuti Kegiatan HUT Dekranas sekaligus Booth UMKM Dekranasda Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah berhasil mencuri perhatian masyarakat dan pengunjung di Trans Studio Mall Makassar pada pelaksanaan pameran UMKM dalam rangka HUT Dekranas ke-46 di Kota Makassar, Jumat, 10 Juli 2026. Kehadiran pengrajin asli Deiyai dengan karya-karya khas Papua menghadirkan nuansa budaya yang unik dan autentik.
Bahkan, Ketua Dekranasda Deiyai, Fransina Rumbiak Mote mengenakan Pakaian Dress Bebi (kulit kayu yang dianyam) dan Yato (Noken panjang besar khusus perempuan). Hal ini benar-benar memberi inspirasi. Bagaimana tidak, budaya orang Mee terus dikenalkan kepada dunia luar pada berbagai kesempatan.
Bunda PAUD: Membangun SDM Deiyai Sejak Dini
Kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda juga tercermin ketika ia dilantik sebagai Bunda PAUD Kabupaten Deiyai. Melalui amanah tersebut, Fransina mendorong pemerataan akses pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Ia meyakini bahwa investasi terbaik bagi daerah adalah membangun karakter dan kualitas anak-anak sejak usia dini.
Membangun manusia harus dimulai dari masa kecil. Hal itu merupakan sebauh visi mulia yang sedang didorong oleh Bupati Melkianus Mote versama wakilnya Ayub Pigome. Mereka mau, PAUD harus dibangun setiap kampung. Selain PAUD, Posyandu juga harus ada setiap kampung.
PAUD dan Posyandu harus sejalan. “Anak yang sehat, anak itu juga harus pintar,” tegas Bupati Mote pada sejumlah kesempatan di Deiyai
Bunda PAUD Kabupaten Deiyai, Ibu Fransina Rumbiak Mote, S.KM, resmi menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. sebagai Bunda PAUD Kabupaten Daerah Khusus Kategori Wiyata Dharma Madya pada tanggal 13 November 2025 lalu. Hal itu menyusul upaya keras membangun dan memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Deiyai, komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Deiyai dalam menjadikan pendidikan sebagai program prioritas yang membuahkan hasil membanggakan.
Satu Kampung Satu PAUD menjadi program prioritas Bupati Melkianus Mote. Jika tidak ada PAUD, Melkianus Mote mendorong agar hidupkan sekolah minggu masing-maisng gereja sebagai alternatif.
Sebagai Bunda PAUD yang mendorong hadirnya PAUD setiap kampung dan hidupkan Posyandu sebagai pos pelayanan kesehatan setiap kampung, dua tugas yang diemban sekaligus oleh Fransina Rumbiak Mote.
Semangat pengabdian, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen membangun sumber daya manusia menjadikan Fransina Rumbiak Mote bukan sekadar seorang pejabat publik, melainkan sosok perempuan inspiratif yang terus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Deiyai. Kiprahnya menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari dedikasi, integritas, dan keberanian untuk melayani.
* CPNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sekaligus Pimred TIGIPEKU.com





Tinggalkan Balasan