Sejarah Baru di Deiyai! Bupati Melkianus Mote Lepas 1.318 Peserta Latsar, Prajab dan Orientasi
Bupati Melkianus Mote apresiasi kerja keras BKPSDM dan ingatkan peserta tidak membuat gerakan tambahan. Kepala BKPSDM tegaskan peserta yang melanggar aturan dan tidak mengikuti kegiatan terancam gugur.
WAGHETE, TIGIPEKU.com — Pemerintah Kabupaten Deiyai secara resmi melepas 1.318 peserta Pelatihan Dasar (Latsar), Prajabatan dan Orientasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Tenaga Honorer Kategori II (THK2), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kamis (15/10/2026) pagi.
Pelepasan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST.
Dalam arahannya, Bupati Mote menyebut jumlah peserta tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan prajabatan di Kabupaten Deiyai.
“Hari ini secara resmi saya melepaskan 1.318 peserta. Ini merupakan jumlah peserta prajabatan terbanyak dalam sejarah Kabupaten Deiyai,” kata Bupati Mote.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Deiyai yang telah berjuang menyelesaikan berbagai tahapan administrasi kepegawaian.
Ia menyampaikan apresiasi secara khusus kepada seluruh jajaran BKPSDM, mulai dari kepala badan, sekretaris hingga seluruh staf yang telah bekerja tanpa mengenal waktu.
“Di balik 1.318 SK ini, BKPSDM Deiyai sudah bekerja keras siang dan malam. Kita harus berterima kasih kepada semua, mulai dari kepala, sekretaris hingga seluruh staf BKPSDM. Berkat kerja keras mereka, akhirnya hari ini kita bisa melaksanakan pelepasan prajabatan,” ujarnya.
Bupati Pastikan 34 CPNS Belum Terima SK Tidak Ditinggalkan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Melkianus Mote turut memberikan perhatian khusus terhadap nasib 34 peserta yang hingga kini belum menerima Surat Keputusan (SK) CPNS.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Deiyai tidak akan mengabaikan mereka dan terus berupaya melakukan koordinasi agar SK tersebut dapat diterbitkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kepada 34 peserta yang masih belum menerima SK CPNS, kami tidak tinggalkan kalian. Kami sedang dan akan terus berupaya agar SK CPNS ini diterbitkan oleh BKN,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan penyelesaian administrasi kepegawaian bagi peserta yang masih menunggu kepastian penerbitan SK.
Ingatkan Peserta Tidak Membuat Gerakan Tambahan
Selain memberikan apresiasi, Bupati Mote juga menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh peserta agar menjaga kedisiplinan selama mengikuti kegiatan.
Ia meminta peserta menghormati panitia penyelenggara, menaati seluruh ketentuan yang berlaku, serta tidak melakukan tindakan di luar mekanisme kegiatan yang telah ditetapkan.
“Semua peserta harus mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan panitia selama prajabatan berlangsung. Jangan ada peserta yang membuat gerakan tambahan. Kalian harus menghargai panitia yang selama ini sudah bekerja keras,” tegas Bupati.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan kedisiplinan sebagai aparatur pemerintah.
“Selamat mengikuti Prajabatan, Pelatihan Dasar dan Orientasi kepada seluruh peserta sebanyak 1.318 orang,” tutupnya.
BKPSDM: Kegiatan Berlangsung 53 Hari, Peserta Tidak Disiplin Terancam Gugur
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Deiyai, Yusak Adii, menjelaskan bahwa pelaksanaan Prajabatan, Latsar dan Orientasi dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan durasi kegiatan selama 53 hari.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar mempersiapkan diri secara matang, termasuk melengkapi seluruh atribut yang diwajibkan oleh panitia sebelum mengikuti kegiatan.
Yusak menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada peserta yang melawan aturan maupun tidak mengikuti kegiatan sebagaimana telah ditetapkan.
“Jika ada peserta yang kedapatan melawan dan tidak masuk mengikuti kegiatan, peserta tersebut dengan sendirinya dinyatakan gugur. Yang bersangkutan akan ditunda untuk mengikuti kegiatan pada tahun depan,” tegas Yusak.
Menurutnya, kedisiplinan merupakan bagian penting dalam proses pembentukan mental dan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara.
Selain menekankan kepatuhan terhadap aturan, Yusak juga meminta seluruh peserta menjaga kondisi kesehatan selama menjalani rangkaian kegiatan yang berlangsung lebih dari tujuh pekan tersebut.
Secara khusus, ia mengingatkan peserta yang akan mengikuti kegiatan di Nabire agar terlebih dahulu menyampaikan izin dan memberitahukan keberangkatan kepada keluarga masing-masing.
“Bagi peserta prajabatan yang akan turun ke Nabire, harus izin baik-baik kepada keluarga supaya tidak terjadi masalah selama kegiatan berlangsung. Kami juga meminta seluruh peserta menjaga kesehatan dengan baik,” pesannya.
Pelepasan 1.318 peserta tersebut menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam mempersiapkan sumber daya aparatur yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Melalui pelaksanaan Latsar, Prajabatan dan Orientasi ini, para peserta diharapkan tidak sekadar memenuhi persyaratan administratif kepegawaian, tetapi juga mampu membangun integritas dan kesiapan dalam mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Deiyai.
Admin | TIGIPEKU.com





Tinggalkan Balasan