Kerajinan dan budaya Deiyai mencuri perhatian di panggung nasional, membuka peluang karya perajin Deiyai – Papua Tengah dikenal hingga mancanegara

JAKARTA, TIGIPEKU.com — Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Deiyai dalam Kriya Nusa 2026 di Jakarta semakin menunjukkan bahwa kerajinan dan kekayaan budaya Papua memiliki daya tarik yang mampu menembus panggung nasional hingga internasional.

Momen istimewa terjadi ketika Duta Besar Spanyol dan Portugal berkunjung ke stand Dekranasda Kabupaten Deiyai. Kunjungan tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam keikutsertaan Deiyai pada ajang pameran kerajinan tersebut.

Kehadiran para diplomat di stand Deiyai sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan secara langsung berbagai karya perajin lokal, mulai dari Agiya (Noken), busana tradisional, topi, hingga berbagai aksesori dan kerajinan tangan khas Deiyai.

Kunjungan dua duta besar itu disambut hangat langsung Ketua Dekranasda Deiyai, Fransina Rumbiak Mote.

Stand Dekranasda Deiyai mengusung semangat memperkenalkan identitas budaya Mee kabupaten Deiyai, Papua Tengah melalui karya-karya yang dibuat oleh tangan para perajin lokal.

Keikutsertaan dalam Kriya Nusa 2026 bukan sekadar mengikuti pameran. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang bagi Deiyai untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya masyarakat.

“Melalui Kriya Nusa, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Kabupaten Deiyai memiliki kekayaan budaya dan kerajinan tangan yang sangat bernilai,” kata Rumbiak lagi

Harapan ke depan, kata Rumbiak, karya-karya para perajin Deiyai tidak hanya dikenal di Papua dan Indonesia, tetapi suatu saat mampu dikenal, dihargai, dan dipasarkan hingga ke tingkat dunia.

“Semoga bisa ikut pameran tingkat internasional suatu saat dari Deiyai,” harap Rumbiak

Kunjungan Duta Besar Spanyol dan Portugal ke stand Deiyai menjadi momentum yang memperlihatkan bahwa karya perajin dari daerah memiliki peluang untuk mendapatkan perhatian lebih luas.

Bagi Dekranasda Deiyai, momentum tersebut juga menjadi dorongan agar para perajin terus menghasilkan karya berkualitas dengan tetap mempertahankan identitas, nilai budaya, dan ciri khas Deiyai.

Dari Jakarta, Deiyai membawa pesan sederhana namun kuat: budaya lokal memiliki nilai global.

Kriya Nusa 2026 pun menjadi panggung bagi Deiyai untuk menunjukkan bahwa dari tangan para perajin lokal, lahir karya yang layak diperkenalkan kepada dunia.

 

Admin