WAKEITEI, TIGIPEKU.com — Menghadapi kondisi musim kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deiyai melakukan survei ke sejumlah kampung yang dilaporkan mengalami kebutuhan air bersih.

Survei dilakukan pada Selasa, 15 September 2026, sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat sebelum dilakukan pendistribusian air bersih.

Di Distrik Tigi Timur, tim BPBD menyambangi Kampung Dagokebo, Digito, Daamabagat, dan Bagou.

Sedangkan di Distrik Tigi, lokasi yang menjadi sasaran survei meliputi Kampung Atouda, Bomou II, Motano, Bomou I, dan Oneibo.

Survei juga dilakukan di sejumlah kampung lainnya, yakni Meiyepa, Gotiyai, Tenedagi, Kogemani, Abega, Onago II, Digikotu, Yinudoba, dan Piyakedimi.

BPBD Pastikan Segera Salurkan Air

Sekretaris BPBD Kabupaten Deiyai, Daniel Mote, mengatakan pihaknya turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat serta memastikan kampung-kampung yang membutuhkan bantuan air bersih.

Daniel mengatakan, setelah survei dilakukan, BPBD akan segera melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat.

“Dalam satu atau dua hari ke depan, kami akan turun menyalurkan air bersih kepada masyarakat,” ujar Daniel Mote kepada warga.

Menurutnya, penyaluran tersebut menjadi bentuk respons pemerintah daerah melalui BPBD terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau.

Respons terhadap Kebutuhan Warga

Survei lapangan ini juga menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi prioritas penyaluran. Dengan melihat langsung kondisi setiap kampung, BPBD dapat mengetahui kebutuhan masyarakat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Masyarakat di sejumlah kampung yang menjadi sasaran survei diharapkan dapat bersabar sambil menunggu proses penyaluran air bersih dilakukan.

BPBD Kabupaten Deiyai memastikan upaya penanganan akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil pemantauan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kondisi musim kemarau menjadi perhatian pemerintah daerah karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan penanganan, terutama bagi kampung-kampung yang sumber airnya mulai mengalami penurunan.

 

Admin