Ketua KNPI Deiyai sekaligus vokalis KND Band mengapresiasi KORK Papua dan panitia PRF XI. Ia berharap kehadiran lima grup band asal Deiyai menjadi momentum kebangkitan kreativitas dan pengembangan musik lokal.

NABIRE, TIGIPEKU.com — Kehadiran lima grup band asal Kabupaten Deiyai dalam perhelatan Papua Reggae Festival (PRF) Ke-XI Tahun 2026 menjadi bukti bahwa daerah tersebut menyimpan potensi besar di bidang musik dan seni suara.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai sekaligus penyanyi utama Komunitas Nogei Deiyai (KND) Band, Melison Dogopia, menyebut partisipasi lima grup band asal Deiyai dalam festival tersebut sebagai sebuah prestasi yang patut diapresiasi dan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Melison seusai mengikuti rangkaian kegiatan Papua Reggae Festival XI di Lapangan Terbang Lama, Nabire, Sabtu (17/10/2026) sore.

Melison menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua dan seluruh panitia penyelenggara yang telah menghadirkan ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah di Tanah Papua untuk berkumpul, berkarya, dan mempererat persaudaraan melalui musik reggae.

“Kami memberikan apresiasi kepada KORK Papua dan seluruh panitia Papua Reggae Festival XI Tahun 2026. Melalui festival ini, pemuda dari berbagai daerah di Tanah Papua bisa berkumpul dan bersatu dalam alunan musik reggae selama dua hari di Nabire,” ujar Melison.

Menurutnya, Papua Reggae Festival bukan sekadar panggung hiburan, melainkan juga wadah ekspresi, kreativitas, persatuan, dan pengembangan bakat generasi muda Papua, khususnya mereka yang menekuni dunia musik.

Lima Grup Band, Bukti Deiyai Punya Talenta

Melison mengungkapkan, keikutsertaan lima grup band asal Kabupaten Deiyai dalam PRF XI merupakan capaian membanggakan bagi perkembangan musik lokal.

Lima Group Band tersebut diantaranya: KND Band (Komunitas Nogei Deiyai), Yupiwo Band, Meeuwodidee Band, Tigi Peku Band dan Koteka Band

Ia menilai kehadiran tersebut menunjukkan bahwa pemuda Deiyai tidak hanya memiliki minat terhadap musik, tetapi juga mempunyai keberanian dan kemampuan untuk tampil bersama musisi dari berbagai daerah di Tanah Papua.

“Dalam pergelaran PRF tahun 2026 ini, Deiyai hadir dengan lima grup band. Ini satu prestasi. Pemuda Deiyai mampu berkreasi melalui dunia musik dan seni suara,” ungkapnya.

Bagi Melison, potensi tersebut merupakan kekayaan sumber daya manusia yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia berharap para musisi muda mendapatkan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta membawa nama daerah melalui jalur seni dan budaya.

“Ini tandanya Deiyai menyimpan banyak talenta musisi dan penyanyi muda. Ini kekayaan yang perlu didukung oleh semua pihak, terutama pemerintah daerah,” tegasnya.

Apresiasi Bupati Deiyai, Harapkan Dukungan Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Melison juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, atas dukungan yang telah diberikan kepada para pemuda yang tergabung dalam grup-grup band lokal asal Deiyai.

Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong semangat generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Deiyai yang telah mendukung kami, para pemuda yang memiliki grup band lokal di Kabupaten Deiyai,” katanya.

Meski demikian, Melison berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada keikutsertaan dalam satu kegiatan festival, tetapi terus berlanjut melalui perhatian dan pembinaan terhadap komunitas musik lokal.

Ia mengingatkan bahwa Papua Reggae Festival merupakan agenda yang terus bergulir di Tanah Papua. Karena itu, para musisi Deiyai membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat mempersiapkan diri dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan musik pada masa mendatang.

“Karena PRF ini akan terus bergulir di Tanah Papua, kami pemuda Deiyai meminta kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai agar terus mendukung pemuda-pemuda yang sudah membentuk grup band,” harapnya.

Melison menilai, perkembangan dunia musik dapat menjadi salah satu ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, memperkuat solidaritas, sekaligus memperkenalkan identitas dan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Kehadiran lima grup band asal Deiyai di panggung PRF XI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi catatan partisipasi, tetapi juga momentum untuk membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan industri musik lokal.

Sebab, talenta muda Deiyai tidak cukup hanya diberi kesempatan tampil. Mereka juga membutuhkan dukungan agar terus tumbuh, berkarya, dan mampu bersaing di panggung musik yang lebih luas.

 

Admin| TIGIPEKU.com