Latih Anak-anak SSB Nogei Deiyai dengan Fasilitas Apa Adanya, Coach Elias Pekei Cs Dapat Dukungan Bola dari Sa’Kode Paniai
Puluhan anak berlatih secara rutin di Timipotu, Waghete. Para pelatih bekerja sukarela sembari menyiapkan pemain muda menuju seleksi Pra-PON di Nabire.
WAGHETE, TIGIPEKU.com — Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat puluhan anak Sekolah Sepak Bola (SSB) Nogei Deiyai untuk berlatih dan mengejar cita-cita sebagai pesepak bola terus tumbuh.
Semangat itu mendapat dukungan dari Saya Kosong Delapan (Sa’Kode) Koordinator Wilayah (Korwil) Paniai yang menyambangi tempat latihan SSB Nogei di Timipotu, Waghete, Kabupaten Deiyai, Selasa (6/10/2026) sore.
Kedatangan rombongan Sa’Kode Korwil Paniai disambut meriah oleh puluhan anak yang tengah mengikuti latihan. Dalam kunjungan tersebut, Sa’Kode menyerahkan bantuan tiga buah bola untuk mendukung aktivitas latihan para pemain muda.
Coach SSB Nogei Deiyai, Elias Pekei, mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan Sa’Kode Korwil Paniai. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena selama ini kegiatan latihan berjalan dengan fasilitas yang terbatas.
“Selama ini, jangankan dari jauh, dari Deiyai saja tidak ada bantuan dari mana pun. Saya bersama teman-teman coach kasih latih anak-anak dengan apa adanya,” kata Elias Pekei.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemilik tanah di Timipotu yang selama ini mengizinkan lokasi tersebut digunakan sebagai tempat latihan anak-anak.
“Terima kasih kepada yang punya tanah di Timipotu, Waghete, yang selama ini sudah izinkan kami untuk kasih latih anak-anak,” ujarnya.
Puluhan Anak Berlatih, Pelatih Bekerja Sukarela
Elias menjelaskan, SSB Nogei Deiyai membina puluhan anak dan remaja dari sejumlah kelompok usia. Untuk kelompok usia 10–12 tahun terdapat sekitar 40 anak, usia 13–15 tahun sekitar 30 anak, sedangkan kelompok usia 17–18 tahun sekitar 16 pemain.
Selain melakukan pembinaan sejak usia dini, para pelatih juga tengah mempersiapkan pemain berusia 18–22 tahun untuk mengikuti seleksi Pra-PON di Nabire.
Dalam menjalankan pembinaan tersebut, Elias tidak bekerja sendiri. Ia bersama Coach Daud Madai, Nikson Anouw dan Awigi Adii melatih anak-anak secara sukarela.
“Selama ini saya kasih latih bersama Coach Daud Madai, Nikson Anouw dan Awigi Adii. Kami kasih latih secara sukarela demi adik-adik kami,” katanya.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, Elias mengatakan para pelatih memiliki harapan besar terhadap masa depan anak-anak yang mereka bina.
“Tujuan kami besar. Semoga di antara anak-anak ini kelak menjadi pemain sepak bola yang punya nama besar,” harapnya.
Sa’Kode: Semoga Membawa Nama Suku Mee ke Kancah Nasional
Sementara itu, Ketua Sa’Kode Korwil Paniai, Abraham Gobai, mengatakan bantuan bola tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap semangat anak-anak yang setiap hari mengikuti latihan.
“Melalui bantuan dari kami ini, semoga anak-anak yang sedang menimba ilmu setiap hari makin semangat untuk terus latihan,” kata Abraham usai menyerahkan bantuan.
Ia berharap fasilitas sederhana yang diberikan tersebut dapat ikut membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain sepak bola berbakat dari wilayah Mee.
“Kami doakan semoga melalui sepak bola yang kami bantu ini, mereka bisa membawa nama baik daerah dan Suku Mee ke kancah nasional, bahkan sampai ke dunia,” ujarnya.
Abraham juga berpesan agar anak-anak SSB Nogei tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
“Kami pesan kepada adik-adik agar latihan yang rajin, pantang menyerah dan terus berjuang untuk menjadi pemain sepak bola yang terkenal,” pungkasnya.
Admin





Tinggalkan Balasan