Asap Tebal Masih Selimuti Deiyai, Dinkes Distribusi Masker ke Seluruh OPD dan 10 Puskesmas
Stok Masker Terbatas, Kadinkes Fransina Rumbiak Mote Instruksikan Penyaluran Bertahap hingga Sekolah-Sekolah, Warga Diimbau Waspadai Gangguan Pernapasan Akibat Paparan Asap
WAKEITEI, TIGIPEKU.com — Kondisi kabut asap tebal yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Sebagai langkah perlindungan kesehatan masyarakat, Dinkes tengah mempersiapkan pendistribusian masker ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 10 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Sekretaris Dinas Kesehatan bersama seluruh kepala bidang untuk segera mempersiapkan dan menyalurkan masker ke sejumlah instansi pemerintah serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang masih mengganggu aktivitas masyarakat di Kabupaten Deiyai.
“Saya sudah instruksikan kepada Sekretaris Dinkes dan para kepala bidang agar mendistribusikan masker ke seluruh OPD dan 10 Puskesmas,” kata Fransina.
Menurutnya, pendistribusian masker tidak hanya menyasar pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, tetapi juga masyarakat, terutama para pelajar yang beraktivitas di sekolah.
Karena itu, pihaknya akan melibatkan seluruh Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan untuk meneruskan pembagian masker ke sekolah-sekolah yang berada dalam wilayah kerja masing-masing.
“Sepuluh Puskesmas nantinya akan membagikan masker ke setiap sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas tersebut,” jelasnya.
Stok Terbatas, Setiap Puskesmas Dapat Satu Karton dan OPD Lima Dos
Fransina mengakui bahwa ketersediaan masker yang dimiliki Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai saat ini masih terbatas.
Oleh sebab itu, pembagian masker akan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah persediaan yang tersedia agar dapat menjangkau berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan instansi pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa setiap Puskesmas direncanakan menerima satu karton masker, sedangkan masing-masing OPD akan memperoleh lima dos masker.
“Karena stok masker terbatas, jadi kami bagi satu Puskesmas satu karton dan masing-masing OPD lima dos,” ungkapnya.
Melalui pendistribusian tersebut, Dinas Kesehatan berharap masker dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara masih dipenuhi asap.
Bahaya Asap Tebal bagi Kesehatan Masyarakat
Kabut asap, terutama yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan, dapat mengandung berbagai zat pencemar udara, termasuk partikel halus atau particulate matter berukuran 2,5 mikrometer (PM2.5).
Partikel tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru.
Paparan asap dalam jumlah tinggi atau dalam waktu berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit pernapasan yang telah diderita seseorang.
Selain itu, paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama pada masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kelompok yang paling rentan terhadap dampak asap meliputi bayi dan anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta penderita asma, penyakit paru-paru, dan penyakit jantung.
Anak-anak memerlukan perhatian khusus karena sistem pernapasan mereka masih berkembang dan aktivitas fisik di luar ruangan dapat meningkatkan jumlah polutan yang terhirup.
Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara belum membaik.
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat Kabupaten Deiyai diimbau membatasi aktivitas di luar rumah, terutama ketika asap terlihat semakin pekat atau kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Warga juga dianjurkan menutup pintu dan jendela saat konsentrasi asap di luar rumah tinggi untuk mengurangi masuknya polusi ke dalam ruangan.
Apabila terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah, masyarakat sebaiknya menggunakan masker respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat dan sesuai ukuran wajah.
Masker medis biasa dapat membantu mengurangi paparan percikan, tetapi tidak memberikan perlindungan yang setara dengan respirator terhadap partikel halus dalam asap.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan, tidak membakar sampah, menghindari asap rokok, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Orang tua juga diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak dan mengurangi kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
Bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Deiyai, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian dalam mengatur aktivitas peserta didik, terutama kegiatan olahraga dan kegiatan lain yang berlangsung di luar kelas.
Segera ke Puskesmas Jika Mengalami Gangguan Pernapasan
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk terus-menerus, sesak napas, sakit tenggorokan, mata perih, atau napas berbunyi, dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Terutama bagi penderita asma dan penyakit pernapasan kronis, paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan apabila tidak ditangani dengan tepat.
Apabila seseorang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, atau penurunan kesadaran, pertolongan medis darurat harus segera dicari.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi, masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait mengenai perkembangan kualitas udara serta langkah-langkah perlindungan kesehatan.
Upaya pendistribusian masker oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap masyarakat.
Namun, perlindungan kesehatan tidak cukup hanya melalui penggunaan masker. Pengurangan paparan polusi, pemantauan kualitas udara, serta penanganan sumber asap juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Dengan adanya rencana distribusi masker ke seluruh OPD dan 10 Puskesmas, diharapkan masyarakat, khususnya para pelajar dan kelompok rentan, dapat memperoleh perlindungan tambahan selama kondisi udara di Kabupaten Deiyai belum kembali normal.
Admin | TIGIPEKU.com





Tinggalkan Balasan