Bupati Melkianus Mote Siap Bagikan 210 Perahu untuk Nelayan Danau Tigi: APBD Kecil Bukan Alasan Tidak Bangun Sesuatu di Deiyai!
Sebanyak 200 perahu bersumber dari Pemkab Deiyai dan 10 lainnya merupakan bantuan Gubernur Papua Tengah. Bupati tegaskan bantuan pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat kecil, anak yatim piatu, serta janda dan duda.
WAGHETE, TIGIPEKU.com – Pemerintah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan. Sebanyak 210 unit perahu dijadwalkan akan dibagikan kepada masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya pada Danau Tigi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, saat memberikan arahan di hadapan Aparatur Sipil Negara (ASN), THK2 dan PPPK dalam apel bersama yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (19/10/2026) pagi.
Bupati Mote menjelaskan, dari total 210 unit perahu yang akan disalurkan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Deiyai, sebanyak 200 unit merupakan bantuan Pemerintah Kabupaten Deiyai, sedangkan 10 unit lainnya berasal dari bantuan Gubernur Papua Tengah.
“Pemerintah akan membagikan 210 perahu pada Minggu besok melalui Dinas Perikanan. Sebanyak 200 perahu dari kabupaten dan 10 perahu dari Gubernur Papua Tengah. Semua akan kita bagikan kepada ibu-ibu dan bapak-bapak nelayan di Danau Tigi,” ujar Bupati Mote.
Danau Tigi Telah Melahirkan Banyak Sarjana
Menurut Bupati, bantuan perahu tersebut bukan sekadar pembagian sarana transportasi air, melainkan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sumber penghidupan masyarakat, khususnya keluarga nelayan yang selama ini bergantung pada hasil Danau Tigi.
Ia mengingatkan bahwa Danau Tigi telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan masyarakat Deiyai. Bahkan, tidak sedikit anak-anak dari keluarga nelayan yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi berkat hasil danau tersebut.
“Banyak orang yang menjadi sarjana dari hasil danau,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa sektor perikanan tradisional memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga, membiayai pendidikan anak, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Deiyai berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat nelayan agar aktivitas ekonomi mereka dapat berjalan dan berkembang.
APBD Kecil Bukan Alasan untuk Tidak Berbuat Sesuatu
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Melkianus Mote juga menegaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak boleh dijadikan alasan bagi pemerintah untuk berhenti menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, meskipun APBD Kabupaten Deiyai tergolong kecil dibandingkan daerah lain, pemerintah daerah harus tetap bekerja, berinovasi, dan menentukan program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“APBD Deiyai paling kecil dibandingkan daerah lain, tetapi itu bukan alasan untuk tidak membuat sesuatu di Deiyai,” tegasnya.
Bupati memastikan bahwa selama dirinya bersama Wakil Bupati Ayub Pigome memimpin Kabupaten Deiyai, program bantuan yang bersentuhan langsung dengan perekonomian masyarakat akan terus menjadi perhatian pemerintah.
“Selama saya bersama Wakil Bupati memimpin Deiyai, bantuan bibit ternak dan perahu tetap akan kami bagikan kepada masyarakat Deiyai,” katanya.
Bantuan Harus Berpihak kepada Daba, Dobiyo dan Miyaa
Lebih lanjut, Bupati Mote menegaskan bahwa arah kebijakan bantuan pemerintahannya tetap mengutamakan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian dan keberpihakan negara.
Ia menyebut tiga kelompok yang menjadi fokus perhatian pemerintah, yakni Daba (masyarakat miskin), Dobiyo (anak yatim piatu), dan Miyaa (janda maupun duda).
Menurutnya, kelompok masyarakat tersebut harus mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan program-program bantuan pemerintah daerah.
Penegasan itu menjadi bagian dari komitmen kepemimpinan Melkianus Mote dan Ayub Pigome untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat kecil.
Melalui rencana pembagian 210 unit perahu tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap dapat membantu aktivitas nelayan di Danau Tigi sekaligus memperkuat sumber pendapatan keluarga.
Bantuan ini juga diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi perikanan lokal sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat Deiyai.
Danau Tigi bukan sekadar bentangan air bagi masyarakat Deiyai. Dari danau itulah banyak keluarga bertahan hidup, membesarkan anak-anaknya, hingga mengantarkan mereka menjadi sarjana.
Admin | TIGIPEKU.com





Tinggalkan Balasan