Dinkes Deiyai Perluas Pembagian Masker hingga ke Sekolah dan Masyarakat
Setelah ASN, Dinkes kini menyasar pelajar, pasien Puskesmas hingga warga di jalanan. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
WAGHETE, TIGIPEKU.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Deiyai terus menggencarkan langkah perlindungan kesehatan masyarakat menyusul kabut asap tebal yang hingga kini masih menyelimuti wilayah Kabupaten Deiyai, Papua Tengah.
Setelah sebelumnya menyalurkan masker kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, kini Dinkes memperluas pembagian masker hingga menjangkau sekolah-sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat yang beraktivitas di jalanan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.KM., M.KM., mengatakan pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap yang masih menyelimuti Deiyai.
“Kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai membagikan masker ke sekolah-sekolah dan masyarakat, baik mereka yang datang berobat di Puskesmas maupun masyarakat yang sedang beraktivitas di jalan-jalan,” kata Fransina.

Menurutnya, perluasan pembagian masker ini dilakukan sebagai kelanjutan dari pendistribusian masker yang sebelumnya telah dilaksanakan Dinkes kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.
“Pembagian masker ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan kemarin, ketika Dinkes menyalurkan masker kepada ASN. Sekarang kami lanjutkan kepada sekolah-sekolah dan masyarakat karena asap tebal masih menyelimuti Kabupaten Deiyai,” jelasnya.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Fransina menegaskan, pembagian masker bukan satu-satunya langkah perlindungan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah juga menjadi hal penting selama kondisi udara masih dipenuhi asap.
Ia mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Deiyai agar tidak mengabaikan kondisi tersebut, terutama ketika hendak melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Kami tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Deiyai agar menjaga diri dan kesehatan masing-masing. Kurangi aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting selama asap tebal masih menyelimuti wilayah kita,” tegas Fransina.

Kabut asap yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, batuk, sakit tenggorokan hingga gangguan saluran pernapasan. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti KN95 atau N95, apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan pernapasan.
Melalui perluasan pembagian masker ini, Dinkes Deiyai berupaya memastikan langkah perlindungan kesehatan tidak hanya menjangkau lingkungan perkantoran pemerintah, tetapi juga pelajar dan masyarakat umum yang berisiko terpapar asap dalam aktivitas sehari-hari.
Admin | TIGIPEKU.com
(TIGIPEKU.com)





Tinggalkan Balasan