Kerajinan Deiyai Didorong Jadi Sumber Penghasilan Keluarga, Apiana Pigome: Manfaatkan Teknologi untuk Tembus Pasar Lebih Luas
Wakil Ketua Dekranasda Deiyai, Apiana Badii Pigome mendorong perajin meningkatkan kualitas produk sekaligus memanfaatkan teknologi digital agar kerajinan lokal mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
JAKARTA, TIGIPEKU.com — Kerajinan tangan khas Deiyai diharapkan tidak berhenti sebagai produk budaya dan warisan leluhur. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi sumber pendapatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga para perajin.
Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai, Apiana Badii Pigome, usai mengikuti pameran Kriyanusa di Jakarta Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (30/9/2026) sore.
Menurut Apiana, masyarakat Deiyai memiliki keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan berbagai kerajinan tangan. Potensi tersebut harus terus dikembangkan dengan meningkatkan kualitas produk sehingga memiliki nilai jual dan daya saing yang lebih baik.
“Kerajinan tangan harus bisa menjadi sumber kesejahteraan warga Deiyai. Maka itu, kami mengajak warga Deiyai untuk terus meningkatkan kualitas kerajinan tangan,” kata Apiana
Istri Wakil Bupati Deiyai tersebut menilai perkembangan teknologi saat ini memberikan peluang yang semakin luas bagi para perajin di daerah untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen di luar Deiyai.
Menurutnya, jarak geografis tidak seharusnya menjadi penghalang utama dalam pemasaran. Media sosial dan berbagai sarana pemasaran digital dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk kerajinan kepada pasar yang lebih luas.
“Warga juga kami harapkan bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memasarkan hasil kerajinan tangan Deiyai ke mana saja,” ujarnya
Apiana berharap para perajin, baik yang bekerja secara mandiri maupun tergabung dalam kelompok dan sanggar, mulai melihat kerajinan tangan sebagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan kualitas produk yang semakin baik serta pemasaran yang lebih luas, menurutnya, kerajinan lokal berpeluang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga sekaligus mempertahankan kreativitas dan kekayaan budaya masyarakat Deiyai.
Harapkan Dukungan Pemerintah
Di sisi lain, Apiana menilai pengembangan kerajinan masyarakat membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam pembinaan perajin dan kelompok-kelompok yang selama ini aktif mengembangkan kreativitas lokal.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan perhatian kepada perajin, baik individu maupun kelompok dan sanggar.
“Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Deiyai maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk membantu warga, terutama baik individu maupun kelompok atau sanggar yang selama ini mengembangkan kreativitas dalam kerajinan tangan,” katanya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong para perajin untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran.
Keikutsertaan Dekranasda Kabupaten Deiyai dalam Kriyanusa menjadi salah satu kesempatan untuk membawa karya masyarakat Deiyai keluar daerah dan memperkenalkannya kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Apiana, momentum tersebut juga perlu menjadi motivasi bagi para perajin di Deiyai bahwa hasil karya yang dibuat di kampung-kampung memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas apabila kualitas dan pemasarannya terus dikembangkan.
Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat, kelompok maupun sanggar di Deiyai yang aktif menghasilkan kerajinan bernilai ekonomi.
Dengan demikian, kerajinan tangan khas Deiyai dapat berjalan dalam dua fungsi sekaligus: menjaga identitas dan kreativitas budaya masyarakat serta menjadi sumber penghasilan yang membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga perajin.
Admin





Tinggalkan Balasan