TIMIKA, TIGIPEKU.com, — Nama Kabupaten Deiyai benar-benar melambung tinggi di tanah Amungsa Bumi Kamoro dalam pergeleran Timika Inside Festival of Art (TIFA) pada tahun 2026 yang digelar di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika.

Sejak awal dibuka, Kamis (02/07) lalu hingga malam penutupan, Sabtu (04/07) kemarin, nama Deiyai selalu disebut-sebut. Bagemana tidak, Deiyai dibawah komando seorang wanita tangguh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai, Fransina Mote Rumbiak, S. KM., M. KM ini sudah ‘menumpahkan’ hasil kerajinan dari Deiyai untuk penuhi tiga stand yang sudah disediakan Panitia

Dalam Stan-stand tersebut, Fransina Rumbiak Mote bersama Wakil Ketua TP-PKK Deiyai, Apiana Badii Pigome serta seluruh tim dari Deiyai memenuhi hasil karya kerajinan tangan dan karya-karya UMKM sekaligus mempersiapkan seluruh peserta untuk mengikuti seluruh perlombaan

Pada salah satu perlombaan yang dibuat yakni talingkar cinta atau anyam rambut nama Deiyai terus digaungkan. Deiyai mengutus salah satu Peserta terbaik untuk mengikuti pada lomba tersebut yakni Ance Adii

Perempuan dengan ciri khas rambut gimbal panjang ini maju mengikuti perlombaan ini tanpa beban dan penuh senyuman. Pasalnya, bagi Ance Adii, perlombaan talingkar Cinta atau anyam rambut ini bukan hal baru baginya. Hal itu menjadi pekerjaan sehari-hari karena sebelumnya sudah pernah pengalaman lama pada dunia itu

Talingkar Cinta atau anyam rambut adalah salah satu perlombaan yang disediakan Panitia Festival TIFA tahun 2026 yakni menganyam rambut. Pada perlombaan tersebut, Panitia menyediakan waktu satu jam. Setiap peserta lomba diminta maju ke panggung sekaligus membawa salah satu orang sebagai talent untuk rambutnya dianyam lalu diminta menganyam rambut talent masing-masing

Ance Adii memilih salah satu anggota Dekranasda Deiyai, Alfrida Douw untuk jadi talentnya. Begitu timer dinyalakan dilayar besar sebagai tanda mulainya perlombaan, Ance Adii terlihat tenang dan santai dalam melakukan tarikan cinta tersebut

“Kali ini saya menggunakan tema Anyaman Honai,” jawab Ance Adii ketika ditanya host pada saat perlombaan Tarikan Cinta berlangsung di panggung, Jumat (05/07) sore

“Kenapa memilih tema Honai?” tanya Host kepada Ance Adii

“Saya memilih tema ini karena, kami orang Papua itu semua lebih khusus wilayah Pegunungan berasal dari honai. Sehingga, jangan pernah lupakan honai dimana kita berasal dimanapun kita pergi,” urai Ance Adii dengan santai sambil anyam rambut tallentnya

Menganyam rambut bagi seorang Ance Adii adalah pekerjaan yang pernah memberi hidup bertahun-tahun pada sejumlah Salon khusus menganyam rambut di kota Jayapura, Nabire hingga Timika

“Selain salon, sudah banyak skali orang yang kami bantu anyam rambut. Jadi, anyam rambut ini pekerjaan sehari-hari,” ujar Ance lagi

Dari pekerjaan ini, Ance Adii bisa hidupi dirinya dan keluarga serta membantu orang lain. Sehingga, jika ada perlombaan seperti ini Ance mengaku bisa menikmati dengan santai dan biasa saja

Pada perlombaan Talingkar Cinta atau anyam rambut tersebut, Ance Adii hanya butuh 23 menit untuk mewujudkan idenya dengan teman Anyaman Honai tersebut menjadi nyata pada kepala sang talent. Dari timer hitung mundur satu jam yang dinyalakan di panggung, memasuki 36,20 Ance Adii mengangkat tangan tanda sudah selesai

Ance Adii menjadi peserta kedua tercepat yang menyelesaikan anyaman rambut. Atas kreatifitas dan tersebut, akhirnya Ance Adii keluar sebagai Juara II dan Favorit III dan dianugerahi Penghargaan berupa Piagam

 

Admin