WAKEITEI, TIGIPEKU.com, — Pekan lalu, Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah mengunjungi ke kabupaten Deiyai. Kunjungan yang dikomandoi oleh Debora Mote bersama Ketua Pokja Agama, Benny Wenior Pakage, Anggota Pokja Adat Melina Edowai, Anggota MRP Yakobus Takimai dan Anggota MRP Thomas Mutaweyau

Kunjungan MRP Papua Tengah tersebut diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Deiyai Melkianus Mote. Selama kunjungan, Bupati Deiyai mengajak ke lapangan untuk melihat secara langsung pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Deiyai

Hari pertama, Bupati Melkianus Mote mengajak MRP Provinsi Papua Tengah untuk bersama menyaksikan perlombaan vokal group sejak pagi hingga malam. Bahkan, salah satu anggota MRP yang juga seniman, Thomas Mutaweyau menjadi juri bersama seniman senior lainnya, Armando Herman You

Hari kedua, Bupati Melkianus Mote mengajak MRP Provinsi Papua Tengah untuk mengunjungi pembangunan yang sedang dilakukan. Bahkan, dihadapan MRP Papua Tengah, Bupati Melkianus Mote lakukaan peletakan batu pertama untuk pembangunan Asrama di Sekolah Menengah Pertama Theologi Kristen (SMPTK) Baida Troutman di Gakokebo, Tigi Barat.

Lalu, Bupati Melkianus Mote mengajak MRP untuk melihat secara langsung pembangunan pasar bagi Mama-Mama Papua di Waghete

Di sini, Debora Mote menjatuhkan air mata. Pasalnya, selama ini dirinya selalu mendapat aspirasi dari Mama-Mama Papua. Bahwa, mereka membutuhkan sebuah pasar yang layak.

“Trimakasih Bapak Bupati Deiyai sudah menjawab kerinduan Mama-Mama Papua,” kata Debora Mote

Bupati Melkianus Mote lalu mengajak MRP Provinsi Papua Tengah untuk melihat pembangunan Galeri Budaya yang sedang dibangun di Waghete, depan Gereja GKI Yudea.

“Di depan gedung ini, tahun ini juga kami akan bangun Videotron. Ini akan menjadi ikon kabupaten Deiyai,” jelas Bupati Melkianus Mote

Selain itu, Bupati Melkianus Mote juga menjelaskan berbagai bantuan secara langsung kepada masyarakat kabupaten Deiyai yang telah dilakukan bersama wakilnya Ayub Pigome melalui sejumlah dinas

Tidak hanya, Bupati Deiyai Melkianus Mote juga menjelaskan implementasi dana Otonomi Khusus (Otsus) sejak 2025 hingga pertengahan tahun 2026 baik itu bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur hingga perekonomian

 

Admin