tigipeku.com – Sosok Kiesha Alvaro selama ini mungkin lebih identik dengan panggung musik atau deretan judul sinetron remaja. Namun, langkahnya di industri hiburan tanah air kini memasuki babak baru. Lewat film terbarunya yang berjudul Komang, putra dari musisi kondang Pasha Ungu ini membuktikan kapasitasnya sebagai aktor layar lebar yang patut diperhitungkan.

Transisi Kiesha dari dunia tarik suara ke seni peran layar lebar memang menjadi sorotan. Sejak kecil, darah seni sang ayah seolah mengalir deras dalam dirinya, membuatnya akrab dengan lagu-lagu pop yang sempat hits di televisi. Tak puas hanya bernyanyi, ia kemudian menjajal peruntungan di dunia sinetron dan FTV, yang perlahan mengukuhkan namanya sebagai idola baru kaum milenial dan Gen Z.

Namun, peran sebagai Ode dalam film Komang menjadi titik balik yang cukup ekstrem. Di sini, Kiesha harus keluar dari zona nyaman karakter remaja kota yang biasa ia mainkan.

Mendalami Karakter Ode: Pemuda Buton yang Hangat

Dalam film ini, Kiesha dipasangkan dengan aktris Aurora Ribero. Ia memerankan Ode, seorang pemuda asal Buton yang terjebak dalam romansa lintas budaya. Karakter Ode digambarkan bukan sebagai sosok lelaki klise dalam drama cinta biasa. Ia adalah pribadi yang lembut, hangat, namun memegang teguh nilai budaya dan keluarga.

Peran ini menuntut dedikasi tinggi. Kiesha tidak hanya harus membangun chemistry yang kuat dengan Aurora, tetapi juga wajib memahami napas budaya masyarakat Buton agar karakter yang dibawakannya terasa hidup dan tidak artifisial.

Sang sutradara, Ade Excell, mengakui bahwa Kiesha memberikan kejutan selama proses produksi.

“Kiesha bukan sekadar membawa wajah baru ke industri film, tapi ia punya kepekaan emosional yang luar biasa sehingga karakter Ode terasa sangat nyata,” ujar Ade dalam sebuah kesempatan.

Belajar ‘Ngerem’ dari Gaya Sinetron

Bagi Kiesha, berakting untuk layar lebar memberikan tantangan yang sangat berbeda dibanding sinetron kejar tayang (stripping). Jika di sinetron akting cenderung ekspresif dan dramatis, di film Komang ia dituntut untuk bermain dengan ekspresi yang subtil dan lebih dalam.

Ia mengaku banyak menimba ilmu dari lawan mainnya, Aurora Ribero, yang memang sudah lebih dulu malang melintang di dunia sinema. Proses belajar ini membuahkan hasil manis; akting Kiesha dinilai sangat tulus dan tidak berlebihan, sebuah pencapaian penting bagi aktor muda yang sedang melakukan transisi medium.

Respon Positif dan Sinyal ‘Naik Kelas’

Pasca penayangan Komang, jagat media sosial dibanjiri pujian untuk Kiesha. Banyak penonton yang mengaku terkejut melihat kematangan aktingnya. Ia dianggap berhasil menyatu dengan ritme cerita yang tenang namun emosional.

Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kiesha Alvaro telah siap ‘naik kelas’. Ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar “anak artis” yang mendompleng nama besar orang tua, melainkan seorang talenta mandiri yang punya masa depan cerah di kancah perfilman Indonesia. Lewat peran Ode, Kiesha telah menanamkan pijakan kokoh sebagai aktor yang layak masuk dalam jajaran top tier masa depan. (*)