Deiyai, WAGHETE — Tim Harmonisasi Konflik Sosial Kabupaten Deiyai yang selama ini mendatangi langsung di Kapiraya secara resmi menyerahkan laporan hasil investigasi dan dokumen data terkait dinamika konflik sosial di Kapiraya kepada Gubernur Provinsi Papua Tengah melalui Bupati Deiyai.

Penyerahan laporan ini merupakan bagian dari upaya komprehensif dalam merespons berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat, sekaligus menjadi langkah strategis untuk menciptakan stabilitas keamanan dan memperkuat harmonisasi kehidupan sosial.

Laporan yang disusun oleh tim tersebut memuat sejumlah temuan penting hasil investigasi lapangan, termasuk akar permasalahan konflik, peta aktor yang terlibat, serta dampak sosial yang ditimbulkan. Selain itu, dokumen ini juga dilengkapi dengan analisis mendalam dan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan provinsi dalam mengambil langkah penanganan yang tepat dan terukur.

Bupati Deiyai, Melkianus Mote menyampaikan laporan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menangani konflik sosial secara sistematis dan berbasis data. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Laporan ini bukan sekadar dokumen, tetapi menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada perdamaian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mote usai menerima data

Melalui laporan tersebut, diharapkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat segera mengambil langkah strategis dan terkoordinasi guna mencegah eskalasi konflik serta memperkuat upaya rekonsiliasi di tengah masyarakat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Deiyai yang aman, damai, dan sejahtera.

Dalam rapat tersebut dihadari Bupati Deiyai, dari aparat keamanan seperti TNI dan Polri, Kepala Distrik Kapiraya, Lembaga DPRK Deiyai, Tim Harmonisasi dan Unsur Masyarakat

PK/Deiyai