Mengusung tema “Melangkah Bersama FORKOPMADE dalam Harmoni”, sekitar 60 pelajar dan mahasiswa Deiyai mengikuti musyawarah besar selama dua hari di Semarang. Forum ini menjadi momentum evaluasi organisasi, pembahasan AD/ART hingga reorganisasi kepengurusan.

SEMARANG, TIGIPEKU.com, — Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai (FORKOPMADE) se-Jawa dan Bali menggelar Musyawarah Besar (Mubes) dan Reorganisasi Tahun 2026 di Kontrakan Deiyai, Semarang, Jawa Tengah, Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengangkat tema “Melangkah Bersama FORKOPMADE dalam Harmoni” dan mempertemukan pelajar serta mahasiswa asal Kabupaten Deiyai yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah kota studi di Pulau Jawa dan Bali.

Peserta datang dari sejumlah kota studi, di antaranya Jakarta, Yogyakarta-Solo, Surabaya, Malang, Jember, Bogor, Bandung dan Bali. Anggota IPMANAPANDODE Semarang-Salatiga juga turut menghadiri dan memeriahkan kegiatan tersebut.

Hari Pertama, Peserta Berdatangan dari Berbagai Kota Studi

Pada hari pertama, Jumat (2/10/2026), para peserta dan perwakilan dari masing-masing kota studi mulai berdatangan ke Semarang dengan koordinasi penanggung jawab maupun badan pengurus di masing-masing kota studi.

Setibanya di lokasi, peserta disambut panitia, Badan Formatur serta keluarga besar mahasiswa Deiyai Semarang-Salatiga.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Badan Formatur, Olis Pekei, menyampaikan rasa syukur karena pelajar dan mahasiswa Deiyai yang tersebar di berbagai kota di Jawa dan Bali dapat kembali berkumpul dalam satu forum.

“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas pertolongan-Nya keluarga besar Deiyai se-Jawa dan Bali bisa berkumpul dalam momentum bersejarah ini. Terima kasih kepada penanggung jawab dari setiap kota studi. Kiranya Tuhan memberkati kita semua,” ujar Olis.

Agenda hari pertama kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama pimpinan dan badan pengurus untuk mematangkan persiapan sekaligus memperkenalkan panitia dan peserta.

Pada malam harinya, seluruh peserta mengikuti makan malam bersama dan latihan persidangan sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Mubes pada hari berikutnya. Latihan persidangan didampingi Seksi Acara, Salmon Waine dan Marlinda Pekei.

Mubes Resmi Dibuka dengan Ketukan Palu Sidang

Memasuki hari kedua, Sabtu (3/10/2026), Musyawarah Besar dan Reorganisasi FORKOPMADE se-Jawa dan Bali secara resmi dimulai.

Ketua Badan Formatur Olis Pekei bersama Sekretaris Selpianus Kotouki dan Bendahara Yohanes B. Douw membuka rangkaian persidangan melalui ketukan palu pada pukul 09.45 WIB.

Pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan Mars FORKOPMADE se-Jawa dan Bali, Mars Deiyai Maki dan Mars Tanah Papua. Doa pembukaan dipimpin Ronal Kotouki.

Sekitar 60 pelajar dan mahasiswa Deiyai se-Jawa dan Bali mengikuti kegiatan tersebut, termasuk anggota IPMANAPANDODE Semarang-Salatiga.

IPMANAPANDODE: Mubes Bukan Sekadar Pergantian Pengurus

Ketua Badan Pengurus Harian IPMANAPANDODE Semarang-Salatiga, Longginus Ukago, memberikan apresiasi kepada Badan Formatur, panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan Mubes dan Reorganisasi FORKOPMADE 2026.

Menurutnya, Mubes tidak boleh dipandang sebatas agenda pergantian kepengurusan, melainkan harus menjadi ruang evaluasi sekaligus menentukan masa depan organisasi.

“Mubes bukan sekadar pergantian kepengurusan. Mubes adalah momentum untuk mengevaluasi, memperbaiki dan menentukan arah organisasi ke depan. Karena itu, mari kita laksanakan proses ini dengan penuh tanggung jawab,” kata Longginus.

Ia pun menyampaikan selamat kepada seluruh pelajar dan mahasiswa Deiyai yang mengikuti proses Mubes dan Reorganisasi FORKOPMADE se-Jawa dan Bali.

Olis Pekei: Tinggalkan Perbedaan, Perkuat Soliditas

Sementara itu, Olis Pekei mengatakan amanah yang diberikan kepada Badan Formatur bukan sekadar kebanggaan, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan bersama.

Ia menegaskan Badan Formatur tidak dapat bekerja sendiri tanpa keterlibatan seluruh anggota FORKOPMADE.

“Kami sangat mengharapkan masukan, kerja sama serta partisipasi aktif dari seluruh anggota. Mari kita tinggalkan perbedaan, perkuat soliditas dan satukan semangat untuk membawa FORKOPMADE semakin berdampak nyata bagi mahasiswa dan pelajar,” ujarnya.

Olis berharap berbagai dinamika yang muncul dalam pembahasan dasar organisasi maupun proses reorganisasi dapat diselesaikan secara bersama-sama.

“Entah prosesnya baik, sulit ataupun sedang, kita akan sama-sama berjalan, karena orang lain tidak mungkin datang memperbaiki organisasi kita,” tegasnya.

Donatus Douw: FORKOPMADE Membentuk Saya Mengenal Diri

Ketua FORKOPMADE se-Jawa dan Bali periode sebelumnya, Donatus Douw, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah mendukung kepengurusan selama periode 2023–2025.

Ia mengaku FORKOPMADE memberikan banyak pengalaman dalam proses pembentukan dirinya sebagai mahasiswa dan organisator.

“Terima kasih FORKOPMADE se-Jawa dan Bali. Saya memang bukan siapa-siapa, tetapi sekarang saya tahu saya siapa. Saya banyak bersyukur karena dipertemukan dengan tempat ini dan mendapatkan banyak hal yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan,” ungkap Donatus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk Badan Formatur dan seluruh anggota dari berbagai kota studi, yang telah memberikan dukungan selama kepengurusannya.

Senior Harap Pengurus Baru Mampu Merangkul Semua

Senior FORKOPMADE se-Jawa dan Bali, Mesak Pekei, S.I.Kom., berharap Mubes dapat melahirkan kepengurusan yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu merangkul seluruh pelajar dan mahasiswa Deiyai.

“Semoga melalui Musyawarah Umum Anggota ini dapat mengkader pengurus harian FORKOPMADE yang berjiwa merangkul semua, menjaga dan merawat kebersamaan pelajar dan mahasiswa Deiyai pada khususnya, serta mahasiswa lainnya yang ingin belajar dan berkembang bersama,” kata Mesak.

Ia juga berharap konektivitas antara Pemerintah Kabupaten Deiyai dan Forum Pelajar dan Mahasiswa Deiyai se-Jawa dan Bali dapat terus dibangun dan dipelihara dengan baik.

Bahas AD/ART hingga Pertanggungjawaban Pengurus Lama

Usai rangkaian sambutan, agenda dilanjutkan dengan persidangan yang diawali pimpinan sidang sementara dari Tim Badan Formatur.

Sidang kemudian memasuki Pleno I dan Pleno II yang membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FORKOPMADE. Persidangan dipimpin Joni Kadepa, Yulianto Dogopi dan Samuel Pekei.

Selanjutnya, Pleno III membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya yang disampaikan Donatus Douw bersama jajaran pengurus.

Dalam LPJ tersebut, pengurus memaparkan perjalanan organisasi, proses pembentukan dan perkembangan FORKOPMADE, termasuk berbagai program kerja yang telah dilaksanakan maupun program yang belum sempat direalisasikan selama masa kepengurusan.

Reorganisasi Jadi Momentum Regenerasi FORKOPMADE

Setelah seluruh tahapan persidangan dan laporan pertanggungjawaban selesai, forum dilanjutkan dengan agenda reorganisasi atau pemilihan kepengurusan baru FORKOPMADE se-Jawa dan Bali.

Proses reorganisasi dikawal Badan Formatur FORKOPMADE se-Jawa dan Bali Tahun 2026 sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan organisasi.

Mubes dan Reorganisasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat persatuan dan komunikasi pelajar-mahasiswa Deiyai yang menempuh pendidikan di berbagai kota studi.

Dengan semangat “Melangkah Bersama FORKOPMADE dalam Harmoni”, forum ini juga diharapkan menjadi ruang kaderisasi, pembelajaran organisasi serta wadah untuk menyatukan gagasan generasi muda Deiyai dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Seluruh rangkaian Musyawarah Besar dan Reorganisasi FORKOPMADE se-Jawa dan Bali Tahun 2026 akhirnya ditutup secara resmi oleh Badan Formatur. Doa penutup dipimpin Maria Pekei.

 

Penulis: Eman Pekei