BPPRD Deiyai Lakukan Penguatan Kapasitas kepada Staf: Perkuat Pemahaman Melalui Evaluasi dan Penajaman Materi
WAGHETE, TIGIPEKU.com, — Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Deiyai melaksanakan kegiatan evaluasi penyuluhan dan penyebarluasan kebijakan daerah serta penajaman materi kepada seluruh pegawai BPPRD, Jumat (22/05) pagi.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman pegawai terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi), meningkatkan koordinasi antarbidang, serta mempersiapkan aparatur BPPRD dalam pelaksanaan pendataan wajib pajak di lapangan.
Kepala BPPRD Kabupaten Deiyai, Dr. Roni Pigome, S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para narasumber yang hadir dari Nabire untuk memberikan materi dan pembekalan kepada pegawai BPPRD.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para pemateri yang telah memberikan pemahaman terkait proses pendataan yang sudah dilakukan pada sejumlah wajib pajak. Materi yang diberikan ini wajib dipahami oleh seluruh pegawai untuk mendukung pelaksanaan tugas masing-masing,” ujar Roni Pigome.
Sementara itu, Yafet Iyai, S.Sos dalam arahannya mengatakan bahwa BPPRD memiliki peran penting dalam mendukung pendapatan daerah.
“Bapenda itu ibarat dapur yang menyiapkan makanan untuk semua orang. Kita yang menyiapkan sumber pendapatan bagi Kabupaten Deiyai. Untuk meningkatkan PAD, semuanya tergantung pada kerja kita di BPPRD, salah satunya melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan petugas sebelum turun ke lapangan, termasuk penggunaan atribut resmi dan pemahaman aturan yang berlaku.
“Sebelum turun ke lapangan, kita harus menyiapkan alat peraga dengan baik, menggunakan pakaian resmi BPPRD dan ID Card agar masyarakat mengetahui bahwa kita benar-benar petugas BPPRD. Selain itu, setiap pegawai wajib memahami aturan-aturan yang berlaku,” tambahnya.
Menurutnya, seluruh bidang di BPPRD harus saling mendukung dan bekerja sama dalam menjalankan tugas.
“Tugas BPPRD ini seperti roda yang terus berputar. Bidang data tidak bisa bekerja sendiri tanpa bidang penetapan maupun penagihan, begitu juga sebaliknya. Karena itu kita harus kompak, satu bahasa dan satu pikiran agar masyarakat percaya kepada kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nikodemus Karisfu, S.IP menyampaikan bahwa BPPRD merupakan satu organisasi yang harus bekerja secara terpadu antarbidang.
“Kita di BPPRD tidak bisa terlepas dari bidang-bidang lain. Ketika ada kegiatan dari satu bidang, maka semua harus ikut terlibat agar kita bisa belajar dan memahami pola kerja masing-masing bidang,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk bersama-sama menyelesaikan pendataan wajib pajak di Distrik Tigi dalam waktu satu minggu.
“Kita harus bekerja sama agar pendataan di Distrik Tigi dapat selesai tepat waktu. Keuntungan dari kegiatan ini bukan hanya menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menambah ilmu dan pengalaman kerja,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan agar setiap pegawai bekerja berdasarkan tanggung jawab jabatan, bukan semata-mata mengejar tunjangan maupun perjalanan dinas.
“Dalam dunia kerja jangan menghitung berapa yang didapat dari tunjangan atau perjalanan dinas, tetapi bekerjalah sesuai tupoksi jabatan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Anakleta Doo, SE., S.Pd mengajak seluruh pegawai untuk memahami fungsi kerja masing-masing dan menjadikan setiap tugas sebagai proses pembelajaran.
“Pahami fungsi kerja dan jalani tugas dengan baik sebagai proses belajar. Berkat dan hasil dari pekerjaan pasti Tuhan yang siapkan,” ujarnya.
Kegiatan evaluasi tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh pemahaman, sebagai upaya memperkuat kapasitas pegawai BPPRD dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Deiyai.
Admin





Tinggalkan Balasan