WAKEITEI, TIGIPEKU.com, — Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPRK Kabupaten Deiyai mendorong sejumlah hal, aspirasi yang datang dari masyarakat. Juga, pembangunan yang bersumber dari dana Otsus

Juru Bicara Fraksi Otsus sekaligus Wakil Ketua III DPRK Deiyai, Amison Frank Dogopia terlebih dulu memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Deiyai yang selama ini sudah menggunakan dana Otsus dengan baik

Menurut Amison Dogopia sebelumnya dirinya pernah mendatangi OPD yang selama ini menggunakan dana Otsus. Salah satu program yang memberi dampak positif bagi masyarakat Deiyai adalah program pengadaan dan pembagian bibit ternak babi

“Kami memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Deiyai. Program tersebut (pembagian bibit ternak babi) sumber Anggarannya dari Otsus,” jelas Amison Dogopia

Tidak hanya itu, kata Dogopia, program pembangunan Pasar Mama-Mama Papua dan Galeri Budaya juga berasal dari dana Otsus.

Amison meminta kepada Dinas Kesehatan agar terus mendorong anak-anak asli Deiyai yang sudah menjadi dokter harus dikontrak dan didorong sekolah spesialis. Agar, beberapa tahun ke depan, Deiyai sudah tidak sudah dokter spesialis lagi

Menjawab hal tersebut, Bupati Melkianus Mote mengatakan pemerintah melalui Dinas Kesehatan sudah keluarkan informasi untuk perekrutan dokter untuk kerja di Deiyai sudah disampaikan ke publik sejak beberapa waktu lalu.

“Kita prioritaskan dokter yang selama ini bertugas untuk spesialisnya. Mereka yang baru, harus bertugas selama dua tahun dulu. Barulah kita akan sekolahkan mereka untuk ambil spesialis. Lalu, kembali mengabdi di Deiyai,” jelas Bupati Melkianus Mote

Amison juga meminta kepada Pemda Deiyai agar honorkan bagi para kepala suku yang belum lama dilantik dan harus dibina

“Para kepala suku itu tetap kita kasih honor. Tugas mereka itu menyelesaikan seluruh masalah di kampung. Nanti mereka tidak mampu, kepala suku Kabupaten akan menyelesaikan di Waghete, di Kantor Dewan adat yang sedang dibangun bersamaan dengan Galeri Budaya,” jelas Bupati Mote

Sebagai atlit pada cabang olahraga Rugby di tanah Papua, Amison Dogopia juga mengusulkan kepada pemerintah agar bangun olahraga terlebih khusus sepak bola dengan baik. Karena, melalui sepakbola nama Deiyai akan terangkat dan dikenal publik

“Maka itu, Persidei itu pemerintah harus perhatikan serius. Bina adik-adik kita yang bergelut di bidang Sepakbola. Persiapkan anak-anak muda Deiyai untuk ke depan bisa main di Persidei Deiyai,” kata Amison

Dogopia juga mengingatkan kepada Pemda Deiyai karena dalam waktu dekat, liga 4 akan bergulir. Maka itu, ia meminta kepada pemerintah harus anggarkan untuk membawa Persidei Deiyai tampil pada ajang liga 4 tersebut

Menjawab hal tersebut, Bupati Melkianus Mote mengatakan dirinya juga ingin agar anak-anak muda harus dibina. Namun, dirinya mau harus ada lapangan latihan yang jelas. Dan, setiap hari harus ada aktivitas latihan bola.

“Saya mau, anak-anak harus latihan dulu. Harus ada lapangan latihan yang baik barulah kita akan seriusi persiapkan generasi muda untuk perkuat tim Persidei Deiyai,” jelas Bupati Mote

Pada pandangan akhir Fraksi, Amison Dogopia menegaskan agar pengiriman sayur-mayur dan ikan dari Nabire. Karena, Deiyai tidak kekurangan makanan terutama sayuran dan ikan

“Kami minta harus ada Perbup untuk batasi pengiriman sayur-mayur dan ikan dari Nabire, kecuali barang yang memang sama sekali tidak ada di Deiyai,” tegas Amison

Anggota Fraksi Otsus lainnya, Anace Yupi menambahkan pemerintah kabupaten Deiyai harus menyelesaikan tunggakan pada sekolah Genius di Jakarta

“Benar. Kami sudah tahu. Kita akan selesaikan dalam dua tahap,” jawab Bupati Mote

Anace Yupi yang juga berasal dari distrik Kapiraya itu meminta kepada Pemda Deiyai untuk segera mengaktifkan kembali penerbangan ke Kapiraya. Karena, masyarakat yang sedang mengungsi akibat konflik sosial di Kapiraya sejak tahun lalu itu ingin kembali ke rumah mereka

Bupati Melkianus Mote mengatakan Pemda Deiyai sudah lama menyurati ke pihak maskapai. Namun, terkendala akibat tidak adanya izin dari Pemda Kabupaten Mimika. Karena, lapangan terbang di distrik Kapiraya statusnya milik Kabupaten Mimika

Demi menjawab kebutuhan tersebut, Bupati Melkianus Mote sudah mengambil kebijakan untuk menyediakan speadboat untuk pelayanan masyarakat Kapiraya melalui jalur laut di Timika

“Selain itu juga, mohon dukungan Doa. Agar, jalan yang sedang kita bangun agar tahun depan bisa sampai di kampung Komauto menuju Kapiraya,” kata Bupati Mote

Anace Yupi juga menambahkan hingga saat ini masyarakat asal distrik Kapiraya sedang mengungsi di Deiyai, Timika dengan Dogiyai. Sehingga, dia meminta agar harus ada perhatian dari Pemda Deiyai

Tentang hal itu, Bupati Mote meminta kepada kepala distrik Kapiraya agar jika ada bantuan dari Pemda Deiyai ke Kapiraya agar mengingatkan warga Kapiraya yang sedang ada di Timika maupun Dogiyai

“Kami juga ingin tanyakan, sejauh mana kerja dari Tim Harmonisasi yang dibentuk?” tanya Anace Yupi pertanyakan kinerja Tim Harmonisasi bentukan Gubernur Papua Tengah dalam rangka penyelesaian konflik Tapal Batas di Distrik Kapiraya antara Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika

Anace juga menyuarakan kebutuhan penerangan di sejumlah kampung wilayah Debei dalam seperti kampung Wagomani hingga Deemago

“Generator Mesin PLN itu ada di Deiyai. Jangan ada kampung di Deiyai yang gelap. Semua kampung harus menyala,” tegas Bupati Melkianus Mote

Bupati Mote meminta agar semua kampung jaga dan kawal ketika petugas PLN datangi Kampung masing-masing guna memasang listrik

 

Admin