WAKEITEI, TIGIPEKU.com, – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah melalui Tim Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) melaksanakan pendampingan penginputan rencana kebutuhan dan perhitungan kekurangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Kabupaten Deiyai. Kegiatan ini bertujuan memperkuat akurasi data tenaga kesehatan sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan formasi, dan pemerataan pelayanan kesehatan di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, S.K.M., M.KM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, khususnya Tim Bidang SDK, yang telah turun langsung memberikan pendampingan teknis kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai.

Menurut Fransina, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan data tenaga kesehatan yang akurat dan terintegrasi, sekaligus mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta berbagai regulasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, khususnya Tim Bidang SDK yang telah turun langsung ke Deiyai. Pendampingan ini sangat kami butuhkan agar perencanaan formasi tenaga kesehatan, baik untuk CPNS, PPPK, maupun penugasan khusus, benar-benar berbasis pada analisis beban kerja yang valid,” ujar Fransina.

Ia menjelaskan bahwa data kebutuhan SDMK yang akurat sangat penting dalam memastikan distribusi tenaga kesehatan dapat dilakukan secara proporsional sesuai kebutuhan setiap fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Deiyai.

Komitmen Provinsi Dukung Seluruh Kabupaten

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Kristianus Tebai, SKM., M.Kes, mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memperkuat tata kelola SDMK di seluruh kabupaten.

Menurutnya, Kabupaten Deiyai bukan satu-satunya daerah yang mendapatkan pendampingan. Pada waktu yang bersamaan, Tim SDK Provinsi juga melaksanakan kegiatan serupa di Kabupaten Dogiyai dan Puncak Jaya.

“Kami tidak hanya melaksanakan pendampingan di Kabupaten Deiyai. Pada waktu yang bersamaan, tim juga diturunkan ke Kabupaten Dogiyai dan Puncak Jaya. Selanjutnya pada akhir bulan ini, tim SDK Provinsi akan melanjutkan pendampingan ke Kabupaten Intan Jaya, Paniai, dan Puncak,” jelas Kristianus.

Ia menambahkan bahwa proses validasi dan pemutakhiran data SDMK yang sedang dilakukan akan menjadi dasar dalam memetakan kebutuhan tenaga kesehatan secara lebih tepat, sehingga distribusi tenaga kesehatan tidak terpusat di wilayah perkotaan semata, melainkan dapat menjangkau seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan hingga ke wilayah pedalaman.

Data Akurat untuk Pelayanan yang Lebih Baik

Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Deiyai sepakat bahwa hasil pendampingan ini akan menjadi landasan penting dalam pengambilan kebijakan strategis sektor kesehatan, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.

“Data ini sangat penting. Ketersediaan maupun kekurangan SDMK di Kabupaten Deiyai harus dievaluasi secara akurat agar menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis. Tujuan akhirnya adalah memastikan tata kelola dan pendayagunaan tenaga kesehatan berjalan efektif sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat di seluruh wilayah Deiyai dapat terlaksana sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM),” tegas Kristianus.

Melalui sinergi antara Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, diharapkan terwujud sistem perencanaan dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan, sehingga pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Deiyai.

 

Admin