(Part 2) Membangun Papua di Tengah Indeks Keamanan dan Pertahanan Bangsa yang Buruk
Oleh : Borti A.
Kemiskinan sebagai Ancaman Pertahanan Bangsa
Jika Indonesia ingin menekan angka kemiskinan di kanca internasional maka indonesia harus membangun tanah Papua dengan sepenuh hati, Papua tidak boleh dibangun dengan setengah hati. Lantaran itu maka Kemiskinan sering dipahami hanya sebagai persoalan ekonomi. Padahal kemiskinan juga merupakan ancaman serius terhadap stabilitas nasional di mata internasional.
Masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekstrem lebih rentan mengalami ketidakpuasan sosial. Ketimpangan yang terlalu besar dapat memicu konflik horizontal maupun vertikal.
Di Papua, kemiskinan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan:
- Keterbatasan akses layanan dasar
- Rendahnya kualitas pendidikan
- Sulitnya transportasi
- Ketimpangan pembangunan
- Minimnya lapangan kerja
- Eksploitasi sumber daya alam tanpa distribusi adil, rakyat Papua menjadi korban kekerasan struktural diatas tanah leluhurnya sendiri.
Ketika masyarakat melihat kekayaan alam Papua mengalir keluar sementara mereka tetap miskin, maka rasa frustrasi sosial berkembang. Karena itu pembangunan ekonomi Papua harus berbasis keadilan distribusi, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik.
Masyarakat Adat dan Pertahanan Sosial Papua
Masyarakat adat Papua adalah benteng sosial dan budaya yang sangat penting. Mereka menjaga hutan, tanah, bahasa, dan identitas lokal yang menjadi bagian dari kekuatan bangsa Indonesia.
Namun dalam banyak kasus, masyarakat adat justru sering tersingkir oleh proyek pembangunan besar. Hak ulayat dipinggirkan, ruang hidup menyempit, dan budaya lokal terancam.
Padahal mempertahankan Papua tidak hanya berarti menjaga wilayah secara militer, tetapi juga menjaga kehidupan masyarakat adatnya.
Jika masyarakat adat kehilangan tanah dan identitasnya, maka sesungguhnya bangsa ini sedang kehilangan bagian penting dari kekayaan peradabannya.
Karena itu pembangunan Papua harus berbasis penghormatan terhadap hak masyarakat adat. Tanah Papua tidak boleh dibangun dengan cara mengorbankan manusia Papua sendiri.
Infrastruktur dan Politik Kehadiran Negara.
Pembangunan infrastruktur di Papua memang penting. Jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan internet dapat membuka keterisolasian.
Namun infrastruktur harus dipahami bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol kehadiran negara.
Jalan yang dibangun harus mampu membawa guru ke kampung-kampung. Bandara harus mampu mempercepat pelayanan kesehatan. Internet harus membuka akses pendidikan dan informasi.
Jika infrastruktur hanya menjadi proyek ekonomi tanpa dampak sosial nyata, maka masyarakat tidak akan merasakan makna pembangunan tersebut.
Karena itu pembangunan Papua harus berorientasi pada kualitas hidup rakyat, bukan sekadar pencapaian administratif.
Dialog dan Perdamaian sebagai Fondasi Pembangunan
Papua membutuhkan perdamaian yang bermartabat. Konflik berkepanjangan hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat sipil.
Dialog adalah jalan paling manusiawi untuk membangun masa depan bersama. Dialog bukan ancaman bagi negara, tetapi bentuk kedewasaan demokrasi.
Papua membutuhkan ruang dialog yang melibatkan: Pemerintah, Tokoh adat, Tokoh agama, Pemuda, Perempuan, Akademisi, Organisasi masyarakat sipil.
Melalui dialog, berbagai luka sejarah dapat dibicarakan secara jujur dan bermartabat.
Tanpa perdamaian, pembangunan hanya akan menjadi proyek fisik yang berdiri di atas rasa takut.
Membangun Papua dengan Paradigma Human Security
Sudah saatnya Papua dibangun dengan paradigma human security atau keamanan manusia.
Keamanan manusia berarti:
- Rakyat bebas dari rasa takut
- Rakyat bebas dari kemiskinan
- Rakyat memperoleh pendidikan dan kesehatan
- Hak budaya dihormati
- Lingkungan hidup dilindungi
- Masyarakat memiliki harapan masa depan
Paradigma ini menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan( human centered development) dan pertahanan bangsa adil .
Negara yang kuat bukan hanya negara yang memiliki tank dan senjata, tetapi negara yang rakyatnya hidup bermartabat.
Bangun Papua VS Buruknya index Keamanan
Membangun Papua di tengah buruknya indeks keamanan dan pertahanan bangsa adalah pekerjaan besar yang membutuhkan keberanian moral, kejujuran politik, dan empati kemanusiaan.
Papua tidak membutuhkan pembangunan yang hanya mengejar stabilitas semu. Papua membutuhkan pembangunan yang menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Keamanan sejati tidak lahir dari rasa takut, tetapi dari rasa percaya. Pertahanan bangsa yang kuat bukan hanya dibangun di perbatasan, tetapi dibangun di hati rakyat yang merasa dihargai dan diperlakukan adil.
Papua adalah bagian penting dari masa depan Indonesia. Ketika Papua damai, adil, dan sejahtera, maka Indonesia sesungguhnya sedang memperkuat fondasi kebangsaannya sendiri.
Karena pada akhirnya, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang mampu menaklukkan rakyatnya dengan kekuatan, tetapi bangsa yang mampu merangkul rakyatnya dengan keadilan dan kkemanusiaan. Semoga
*** Penulis adalah Pemerhati pembangunan kemanusiaan





Tinggalkan Balasan