WAGHETE, TIGIPEKU.com – Bupati Deiyai Melkianus Mote kembali lakukan rapat kordinasi dengan seluruh kepala sekolah mulai dari TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK se-kabupaten Deiyai di Aula BKPSDM, Kamis (07/05) pagi

 

Sebelum Rakor dimulai, Bupati Melkianus Mote geram atas sikap acuh tak acuh dari Dinas Pendidikan. Dimana, dalam Rakor tersebut tak satupun orang dari Dinas Pendidikan yang muncul sejak awal. Bahkan, hingga pertemuan selesai, hanya 18 kursi saja yang disediakan. Selebihnya, Sebagian besar kepala sekolah dan para guru harus berdiri.

 

“Pendidikan harus nomor satu. Makanya, Visi utama Adalah Pendidikan selain Kesehatan dan ekonomi kerakyatan,” tegas bupati Mote

 

Untuk membangun Pendidikan, Bupati Mote sedang dan akan lakukan berbagai Upaya. Salah satunya merangkul semua pihak untuk benahi dan memajukan Pendidikan di setiap kampung

 

“Saya sudah minta setiap kepala kampung untuk kontrol sekolah masing-masing kampung. Dana Desa 10% untuk Pendidikan juga wajib. Selain itu, kepala distrik juga akan sering turun ke setiap sekolah untuk terus memantau. Tujuan saya hanya satu, memajukan Pendidikan Deiyai ke arah lebih baik dan maju,” ujar Mote

 

Mote meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap sekolah harus jalan terus. Jika ada sekolah yang KBM tidak jalan, tak tanggung-tanggung jabatan kepala sekolahnya akan dicopot

 

“Salah satu masalah paling dasar di sekolah Adalah penggunaan dana bos. Maka itu, saya minta kepala sekolah itu digunakan sesuai kebutuhan di sekolah. Selain itu, harus terbuka dengan seluruh guru-guru. Agar, sekolah tetap berjalan aktif,” pinta Mote

 

Dalam kesempatan tersebut, Mote juga berjanji akan rapikan operator-operator baik di dinas Pendidikan maupun di sekolah-sekolah

 

“Selama ini, saya dengar, para operator ini bertindak selayaknya pimpinan. Padahal operator itu hanya pembantu pimpinan. Ke depan, saya akan rapikan seluruh operator. Jadi, mulai saat ini, para kepala sekolah itu kordinasi kerjanya langsung dengan para kepala bidang, bukan dengan operator,” tegas Mote

 

Mote juga meminta kepada seluruh kepala sekolah agar tidak lagi menambah guru di sekolah tanpa sepengetahuan Bupati. Pasalnya, anggaran daerah sudah banyak dikembalikan ke Pusat

 

Ia juga menegaskan agar tidak lagi membuka sekolah yang baru. Dengan sekolah yang ada, harus dievaluasi secara menyeluruh.

 

“Setiap distrik atau wilayah, harus ada sekolah unggulan. Inni kita harus mulai. Kita persiapkan anak-anak sekolah dengan benar. Bagi siswa SD dan SMP yang akan juara kita akan kirim ke sekolah unggulan di Nabire,” jelas Mote

 

Mote meminta kepada para kepala sekolah agar terus mangajak kepada seluruh guru kontrak di masing-masing sekolah untuk menyelesaikan urusan seperti mengurus buku tabunganku. Agar, honor mereka bisa dibayarkan melalui rekening masing-masing

 

Sementara itu perwakilan para guru, Yusak Douw memberikan apreasiasi kepada Bupati Deiyai yang sudah mau lakukan rapat bersama para kepala sekolah. Karena, hal seperti ini baru terjadi

 

“Dengan cara seperti ini, kita akan berbenah Pendidikan di Deiyai. Masalah Pendidikan diskusikan bersama terutama kami para guru. Bapa Bupati, hal seperti ini ke depan jangan putus,” kata Kepala Sekola Inpres Pudu, Tigi Barat itu

 

Yusak Douw yang juga Ketua PGRI Deiyai ini juga menyampaikan untuk hari Pendidikan mendatang, harus buat banyak perlombaan untuk siswa pada setiap jenjang

 

“Ada banyak guru yang masih belum mengikuti ujian program Pendidikan guru (PPG) karena ada sejumlah masalah. Mohon perhatian dari Pemerintah,” usul Douw

 

Admin